15 Sekolah Rakyat Habiskan 12.421 Ton Baja
HK Bhirawa mendukung percepatan pembangunan 15 Sekolah Rakyat (SR) di enam provinsi dengan menuntaskan pengiriman 12.421 ton baja tulangan beton.

JAKARTA - PT Bhirawa Steel atau HK Bhirawa mendukung percepatan pembangunan 15 Sekolah Rakyat (SR) di enam provinsi dengan menuntaskan pengiriman 12.421 ton baja tulangan beton. Seluruh material dikirim menggunakan dua skema distribusi, yakni Loco dan Franco, demi memastikan kebutuhan konstruksi di setiap lokasi proyek terpenuhi tepat waktu. Sebanyak 15 SR tersebut tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Maluku. Dukungan ini merupakan bagian dari kontribusi HK Bhirawa terhadap program prioritas pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menurunkan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Direktur Utama HK Bhirawa Rubiantoro mengatakan, kemampuan perusahaan mendistribusikan belasan ribu ton baja ke berbagai wilayah menunjukkan kesiapan dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk di daerah yang memiliki tantangan logistik. "Pengiriman belasan ribu ton baja tulangan beton di berbagai titik Pulau Jawa dan Sulawesi menandakan bahwa HK Bhirawa mampu menjangkau kebutuhan industri dari barat hingga timur Indonesia," ujar Rubiantoro, Rabu (1/7/2026). "HK Bhirawa mampu menghadirkan kekuatan baja sebagai fondasi pembangunan yang merata, bahkan di wilayah dengan tantangan logistik yang tinggi," lanjut dia.
Dua Skema Distribusi: Loco dan Franco
Loco dan Franco Untuk menjangkau proyek yang tersebar di berbagai daerah, HK Bhirawa menerapkan sistem distribusi terintegrasi melalui dua skema, yaitu Loco dan Franco. Pada skema Loco, pengambilan material dilakukan oleh pelanggan atau pihak yang ditunjuk dari lokasi pengiriman HK Bhirawa. Sementara pada skema Franco, perusahaan bertanggung jawab mengirimkan material hingga tiba di lokasi proyek.
Penerapan kedua skema tersebut didukung perencanaan yang matang, koordinasi yang intensif, serta pemantauan pengiriman secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan material tersedia sesuai kebutuhan proyek sehingga pembangunan SR dapat berlangsung sesuai jadwal. Selain didukung sistem distribusi, HK Bhirawa juga mengandalkan kapasitas produksi, kualitas baja tulangan beton yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), jaringan distribusi yang luas, serta layanan pelanggan yang responsif.
Menurut perusahaan, hal tersebut membantu kontraktor menjaga kelancaran pekerjaan, mempertahankan progres pembangunan, sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan konstruksi di lapangan. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya pernah menjelaskan, pembangunan SR merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas. "Pembangunan SR ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," tutur dia.
Ke depan, HK Bhirawa menyatakan akan terus memperkuat perannya sebagai mitra penyedia material konstruksi yang andal dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas produksi dan distribusi, perusahaan berharap dapat terus memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional, termasuk mendukung penyediaan sarana pendidikan yang merata di berbagai daerah.
