Sokong Proyek Strategis Nasional, PT Bhirawa Steel Perkuat Distribusi Baja Tulangan Beton ke Berbagai Daerah
Kelancaran distribusi material menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga progres pembangunan infrastruktur nasional.

JAKARTA – Kelancaran distribusi material menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga progres pembangunan infrastruktur nasional. Untuk mendukung kebutuhan proyek yang terus meningkat, PT Bhirawa Steel memperkuat distribusi produk Baja Tulangan Beton “BS” ke berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini dilakukan guna menjaga pasokan material bagi proyek-proyek infrastruktur, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN), agar tetap berjalan sesuai target pembangunan.
Fokus Jaga Mutu dan Ketepatan Distribusi
Manajemen PT Bhirawa Steel menyebut aspek mutu produk dan ketepatan pengiriman menjadi fokus perusahaan dalam setiap proses distribusi. Untuk menjaga kualitas produk, perusahaan menerapkan pengawasan produksi serta pengujian laboratorium, termasuk menggunakan Mesin Uji Tarik berkapasitas 2000 kN guna memastikan kekuatan mekanis baja tulangan beton.
“Bhirawa Steel senantiasa terus mendukung pembangunan Proyek Strategis Nasional di seluruh Indonesia dengan produk Baja Tulangan Beton ‘BS’ yang terjamin mutu dan ketepatan pengiriman agar berjalan sesuai target,” ujar manajemen dalam keterangannya di akun instagram perusahaan, dikutip Rabu (20/5).
Penguatan distribusi tersebut juga sejalan dengan sinergi perusahaan bersama holding Danantara Indonesia dan PT Hutama Karya (Persero). Melalui kolaborasi ini, perusahaan mendorong penyediaan material konstruksi untuk mendukung pembangunan konektivitas dan infrastruktur di berbagai daerah.
Siapkan Kapasitas Produksi dan Logistik
PT Bhirawa Steel menyatakan telah menyiapkan kapasitas produksi serta sistem logistik terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi skala besar, mulai dari proyek jalan tol, jembatan, gedung, hingga fasilitas publik lainnya.
Perusahaan menilai ketersediaan material dan distribusi yang tepat waktu menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko keterlambatan proyek konstruksi di lapangan.
